BerakalĀ 

Anugerah terbesar dari Sang Maha Kuasa itu akal. Bukan harta, bukan emas, bukan kedudukan, bukan penghormatan, bukan surat tanah, bukan pekerjaan, bukan mutiara, bukan perusahaan. Apalah arti semuanya, jika pemiliknya tak berakal. Kehancuran semakin cepat melaju. Tanpa akal. Musnah lalu hilang tanpa sisa. Harusnya akal berwadah dalam hati. Yang sederhana, ikhlas, bersih, tawaddhu’, dan terbebas […]

Read More BerakalĀ 

3 November 2018

Ya Allah, Tenangkan hatiku dengan keputusan-Mu, bukan keputusanku. Bahagiakan aku dengan pilihan-Mu, bukan pilihanku. Cukupkan aku dengan ingin-Mu, bukan inginku.

Read More 3 November 2018

Jalan Pulang

Tanyaku sore ini, dimana ujung dari perjalanan kehidupan ini? Akalku menjawab, ujungnya adalah kematian sebagai pintu masuk akhirat. Kemudian, perenungan baru dimulai. Sadarkanku, bahwa aku sedang dalam perjalanan. Melewati beberapa batasan pembatas, belok kiri-kanan, harus merangkak sesekali, tak jarang harus terjatuh dalam lubang-lubang jalan tak beraspal. Beberapa bekal jadi beban dalam perjalanan, kadang kehabisan bekal. […]

Read More Jalan Pulang

Menggurui

Sebait goresan tentang taubat. Media permohonan bagi hamba dari Sang Pencipta. Mulakan semua penyesalan. Menjadi awal yang lebih menyinari. Tanpa hardikan, tanpa sinisnya mata, tanpa gusarnya hati. Tiap makhluk diberi kesempatan yang adil juga setara. Bukan tanpa tantangan. Taubat beriring dengan deret ujian kesungguh-sungguhan. Uji kelayakan. Akhirnya akan terlihat, siapa yang sungguhnya terkuat, siapa yang […]

Read More Menggurui

Maksiat Hati

Akan sesuatu yang sangat dijaga, disayang, dirawat. Lupa akan hakikatnya sebagai titipan, butakan pemilik sesaat sekejap pendeknya massa di dunia. Tapi terasa bermassa-massa saat gelap selimuti kedua bola mata. Hilangnya hadirkan sakit. Buruknya hadirkan perih. Begitu dilema relung sanubari berteriak sepi. Tanpa makna, tanpa hakikat. Dilupakannya begitu saja. Dulu, aku pikir itu semua membawa nilai. […]

Read More Maksiat Hati

Arrasyid

Dalam nama teruntai doa. Dalam nama terpatri cita-cita. Dalam nama tertanam motivasi. Dalam nama tertuang harapan. Doa, cita-cita, motivasi, dan harapan, datang dari sanubari orang tua.  Seperti apa namamu? Maknai itu. Sebab itu deret harap tulus pinta bersimpuh orang tua pada-Nya. Sedangkan aku? Harap itu terpinta dalam nama “Fauzan Arrasyid”.  Amanah berat. Saat “Arrasyid” terpatri […]

Read More Arrasyid