Bersahabat dengan Kehilangan

Rasa “kehilangan” dalam hidup menjadi satu momok yang begitu menyakitkan. Rasa itu timbul dari rasa “memiliki” dari setiap diri. Perasaan “memiliki” itu menimbulkan rasa “kehilangan”. Untuk kemudian, setiap pribadi berbeda-beda dalam merespon tiap kehilangan yang dialami. Baik itu kehilangan kepercayaan, kehilangan jabatan, kehilangan kedudukan, kehilangan benda kesayangan, atau kehilangan orang-orang yang disayangi. Tentu sangat manusiawi, […]

Read More Bersahabat dengan Kehilangan

Wangi Tubuh

Narasi yang menyakitkan. Sulit tersebut imaji aroma rasa yang membuncah setelah efek baru yang muncul dari kalimat ini. Itu menyanderaku seumur hidup. Mengurangi rasa tenang dalam menghamba. Membayangi besarnya kesakitan-kesakitan yang ditimbul dalam hati pribadi yang ikhlas sudah menerima sebelumnya. Jiwa siapa yang mampu bertahan tegar dalam terpaan dan tamparan? Aku membisu. Kenapa narasi itu […]

Read More Wangi Tubuh

Kesempatan Kedua

“…terkadang, keshalehan seorang muncul di kesempatan kedua. Kecintaan yang sesungguhnya muncul di kesempatan kedua…” -Dosen Mata Kuliah Texts and Studies on the Qur’an Kalimat diatas masih diawali dengan “terkadang”, bukti akan tidak pemanennya teori ini. Butuh novum dalam fakta hukum sebagai pertimbangan hukum bagi individu pengambil keputusan. Berikan kesempatan, untuk setiap niat yang baik. 08.24 […]

Read More Kesempatan Kedua

Hubungan

Lemah. Iman. Khilaf. Dosa. Nafsu. Keinginan. Dunia. Fisik. Berulang. Menyesal. Kaku. Gugup. Takut. Bersembunyi. Alasan. Menjelaskan. Mengaku. Termenung. Jiwa. Terpukul. Sendiri. Optimis. Pantangan. Taubat. Analisis. Memilah. Hijrah. Allah. Istiqomah. Ujian. Cobaan. Syaitan. Lelah. Bangkit. Optimis. Lingkungan. Berguru. Memohon. Totalitas. Perbaikan. Ibadah. Ilmu. Adab. Akhlak. Pikiran. Sikap. Tenang. Mendampingi. Jati Diri. Tugas. Fungsi. Tujuan. Hadiah. Tantangan […]

Read More Hubungan

Bagaimana

Bagaimana jika, yang ingin ditunjukkan Allah pada kita bukan itu? Tapi yang lain? Bagaimana jika, do’a yang dikabulkan Allah pada kita bukan itu? Tapi yang lain? Bagaimana jika, kita salah sangka dari maksud yang Allah ingin perlihatkan pada kita? Bagaimana kita begitu cepat tau maksud Allah, sedangkan kita masih dalam keadaan marah, kecewa, dan tergesa-gesa? […]

Read More Bagaimana

BerakalĀ 

Anugerah terbesar dari Sang Maha Kuasa itu akal. Bukan harta, bukan emas, bukan kedudukan, bukan penghormatan, bukan surat tanah, bukan pekerjaan, bukan mutiara, bukan perusahaan. Apalah arti semuanya, jika pemiliknya tak berakal. Kehancuran semakin cepat melaju. Tanpa akal. Musnah lalu hilang tanpa sisa. Harusnya akal berwadah dalam hati. Yang sederhana, ikhlas, bersih, tawaddhu’, dan terbebas […]

Read More BerakalĀ