Belajar dari Kasus Baiq Nuril

Beberapa hari ini publik kembali ramai akibat putusan MA yang dinilai mencederai nilai keadilan dan kemanusiaan. Nuril yang merupakan korban pelecehan justru dikriminalisasi dengan dijerat menggunakan Undang-Undang ITE. Awalnya Pengadilan Negeri Kota Mataram memvonis Nuril tidak bersalah atas kasus penyebaran rekaman telepon kepala sekolahnya yang bermuatan asusila. Jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi ke MA. … Continue reading Belajar dari Kasus Baiq Nuril

Akupun Terus Belajar

Dengan apa hidupku akan aku isi? Pertanyaan itu terus menjadi tanya walau dulu pernah sekali kujawab. Pertanyaan itu kembali lagi muncul saat logika terhadap luasnya cakrawala ilmu itu berdebat ringan dalam pikiran. Membuat fokus-fokusku dalam hidup kembali dipertanyakan. Apa mungkin ini dampak yang timbul dari terus belajar mempertanyakan banyak hal yang sering aku alpa-kan dalam … Continue reading Akupun Terus Belajar

Bersahabat dengan Kehilangan

Rasa "kehilangan" dalam hidup menjadi satu momok yang begitu menyakitkan. Rasa itu timbul dari rasa "memiliki" dari setiap diri. Perasaan "memiliki" itu menimbulkan rasa "kehilangan". Untuk kemudian, setiap pribadi berbeda-beda dalam merespon tiap kehilangan yang dialami. Baik itu kehilangan kepercayaan, kehilangan jabatan, kehilangan kedudukan, kehilangan benda kesayangan, atau kehilangan orang-orang yang disayangi. Tentu sangat manusiawi, … Continue reading Bersahabat dengan Kehilangan

Maghrib Mengaji

Lembayung senja malampun datang. Matahari mengayuh ke barat. Pujian manja dayu kumandang. Hampar sajadah tunaikan shalat. Terbayang masa kecilku. Maghrib usai ku ayun kaki. Jalan gelap tiada kurisau. Ke rumah guru pergi mengaji. Dalam remang sahut-sahutan. Aksara kalam Nya dilafalkan. Anak lidi di jari tangan. Ayat suci kerap dilantunkan. Sungguh indah tuah melayu. Santun berucap … Continue reading Maghrib Mengaji

Wangi Tubuh

Narasi yang menyakitkan. Sulit tersebut imaji aroma rasa yang membuncah setelah efek baru yang muncul dari kalimat ini. Itu menyanderaku seumur hidup. Mengurangi rasa tenang dalam menghamba. Membayangi besarnya kesakitan-kesakitan yang ditimbul dalam hati pribadi yang ikhlas sudah menerima sebelumnya. Jiwa siapa yang mampu bertahan tegar dalam terpaan dan tamparan? Aku membisu. Kenapa narasi itu … Continue reading Wangi Tubuh

Kesempatan Kedua

"...terkadang, keshalehan seorang muncul di kesempatan kedua. Kecintaan yang sesungguhnya muncul di kesempatan kedua..." -Dosen Mata Kuliah Texts and Studies on the Qur'an Kalimat diatas masih diawali dengan "terkadang", bukti akan tidak pemanennya teori ini. Butuh novum dalam fakta hukum sebagai pertimbangan hukum bagi individu pengambil keputusan. Berikan kesempatan, untuk setiap niat yang baik. 08.24 … Continue reading Kesempatan Kedua

Hubungan

Lemah. Iman. Khilaf. Dosa. Nafsu. Keinginan. Dunia. Fisik. Berulang. Menyesal. Kaku. Gugup. Takut. Bersembunyi. Alasan. Menjelaskan. Mengaku. Termenung. Jiwa. Terpukul. Sendiri. Optimis. Pantangan. Taubat. Analisis. Memilah. Hijrah. Allah. Istiqomah. Ujian. Cobaan. Syaitan. Lelah. Bangkit. Optimis. Lingkungan. Berguru. Memohon. Totalitas. Perbaikan. Ibadah. Ilmu. Adab. Akhlak. Pikiran. Sikap. Tenang. Mendampingi. Jati Diri. Tugas. Fungsi. Tujuan. Hadiah. Tantangan … Continue reading Hubungan