Pengasingan Diri

Kenapa kita berteman dengan siapa saja yang kita kenali? Apa karena kita yakin, pertemanan adalah sumber rezeki? Karena pertemanan menambah pengetahuan kita? Karena pertemanan dapat mengisi waktu-waktu kosong kita saat sendiri? Karena kita diuntungkan olehnya? Karena kita membutuhkan dia? Ada banyak alasan. Sangat subjektif!

Lihat! Betapa kita tidak bisa melepas diri dari pertemanan. Kita ditakdirkan menjadi makhluk yang sangat bergantung dengan manusia lainnya. Tidak bisa hidup sendiri, harus terus berdampingan. Kebutuhan kita akan mereka sangat erat hakiki dan melekat kuat. Akibat besarnya kebutuhan dalam interaksi yang harus dibangun ini, mungkin ini dijadikan alasan mengapa hukuman pengasingan diri, dulu menjadi hukuman yang sangat berat dan menyeramkan. Karena terasing itu sangat menyakitkan. Dalam dan tak terdefenisikan. Sulit menggambarkan sakitnya, bukan?

Sepertinya kini aku sedang mendapat hukuman itu. Diasingkan dari interaksi yang sudah terbangun pondasinya. Kembali terhenti akibat kesalahan interaksi yang kubangun sendiri. Mungkin kalian juga pernah merasakannya. Interaksi yang harus dihentikan akibat kesalahan sendiri, atau kalian memilih untuk menghentikan interaksi akibat kesalahan orang lain dan kalian menjadi korbannya. Itu menjadi hukuman buat kita. Kita belajar dari kesalahan yang berulang-ulang. Membuktikan kalau diri kita bukanlah malaikat, juga bukan syaitan. Kita manusia.

Aku sudah merasakan hukuman ini. Begitu sakit. Aku coba tuliskan agar sakit itu menghilang perlahan. Tak ada cara lain selain menikmati hukuman ini. Menjadikannya pelajaran buat hidup yang sangat sejenak ini. Siapa yang tau panjangnya umur bertahan. Aku bukan sedang pesimis pada hidup. Aku sedang mencoba objektif di tengah-tengah subjektivitasku yang sangat egois. Sisa-sisa hidup harus kita buat lebih berhikmah bernilai bermanfaat. Layaknya para ilmuan, ulama, dan tokoh-tokoh besar lainnya.

Hukuman ini, mengajarkanku banyak hal. Semoga kau layak memaafkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s