Yang Tak Boleh Sirna

Kita boleh tumbuh dewasa, tapi semangat kanak-kanak harus tetap terjaga!

Untitled-2

Begitulah kalimat awal yang begitu profokatif dari salah satu akun instagram sebuah media massa daring. Sederhana kalimatnya, namun begitu menghentak pikiranku saat membacanya siang ini. Postingan ini berbentuk poster dengan beberapa animasi yang menggambarkan maksud dari pesan yang ingin disampaikan. Berjudul “Yang Tak Boleh Sirna Meski Kita Beranjak Dewasa”, dan memperlihatkan empat karakter dari semangat kanak-kanak yaitu mudah gembira, rasa ingin tahu, imajinasi, dan tanpa prasangka.

Setelah memperhatikan gambar-gambar dan narasi yang digunakan dalam poster untuk kedua kalinya, saya mencoba menguji kebenaran dari pesan yang disampaikan dengan cara mengkonfirmasi pada pengalaman hidup yang telah saya lalui. Sambil menutup mata membayangkan bagaimana keempat karakter tersebut pernah saya lakukan dalam cerita masa kecil dulu. Akhirnya setelah beberapa saat, saya sepakat dengan pesan dalam poster ini.

Lantas benarkah karakter mudah gembira, rasa ingin tahu, imajinasi, dan tanpa prasangka itu sudah mulai menghilang dari karakter yang kita miliki hari ini?

Mungkin jawabannya akan sangat beragam dan subjektif. Satu hal yang pasti, bahwa semakin bertambah umur kita maka semakin banyak pula kita mengetahui resiko-resiko dari setiap pilihan yang kita ambil. Kondisi ini membuat kita kadang terlalu berpikir panjang, sebelum memulai suatu kegiatan. Berbeda dengan saat kecil dulu, saat semuanya kita lakukan tanpa beban dan juga tanpa pikir panjang. Kita -pun memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, semua aktivitas dilakukan tanpa prasangka dan rasa takut. Sangat indah jika dikenang, bukan?

Benarkah keempat karakter diatas berguna bagi kita disaat dewasa?

Setiap orang boleh menjawabnya sesuai dengan nalar anilisis masing-masing. Tapi bagi saya pribadi, keempat sikap atau karakter diatas sangat berguna jika terus kita pertahankan hingga dewasa. Jangan biarkan rasa mudah gembira-mu terganti dengan rasa gelisah dan kepanikan yang berkepanjangan. Jangan sampai rasa ingin tahu-mu tergantikan dengan sikap acuh dan tidak mau tau tentang banyak hal, padahal banyak hal baru dan begitu menarik yang muncul setiap harinya disekitar kita. Jangan hentikan kemampuan imajinasi-mu yang bergerak tanpa batas dan penuh warna itu terhenti akibat rutinitas baku yang begitu rutin dan membosankan. Juga jangan sampai sikap tanpa prasanka saat menguji banyak hal saat kecil dulu membeku karena harus memikirkan dan mempertimbangkan resiko dan kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti.

Bagaimana cara menjaga keempat karakter tersebut ditengah-tengah aktivitas yang begitu padat?

Saya menjaganya dengan beragam cara. Seperti rutin membaca komik Naruto, Boruto, dan One Piece berulang-ulang. Nonton film-film bergenre action dan kolosal. Jalan-jalan keliling toko buku, kawasan penjual ikan aquarium, mall dan pusat-pusat perbelanjaan hanya untuk sekedar mencari barang-barang baru berinovasi tinggi dan kreatif sambil menghapal harga jualnya, lalu menganalisis apakah barang tersebut layak dijual dengan harga tersebut. Jika uang terbatas, saya lebih memilih membeli barang-barang unik dari pada makan mie aceh dan segelas es teh manis.

Saya juga membiasakan diri untuk memulai percakapan saat bertemu dengan orang baru. Memperkenalkan diri dan bertukar banyak informasi. Tak jarang saya menggunakan intrik-intrik kecil untuk memaksa lawan bicara agar ia terus berbicara dengan senang hati walau sedikit terpaksa karena sudah mulai lelah. Haha.

Begitulah pendapat saya tentang keempat karakter anak-anak yang harus tetap kita hidupkan dalam keseharian kita. Tentu setiap orang memiliki caranya masing-masing. Jika kamu memiliki saran dan pandangan yang berbeda, isi kolom komentar dibawah dan mari bertukar informasi juga tips-tips menarik untuk membuat hidup semakin berwarna dan bahagia.

 

One thought on “Yang Tak Boleh Sirna

  1. Menurut ku ini bener, tapi sering kali masyarakat melakukan judgement ketika karakter tersebut ada pada bbrp orang yg mungkin kita temui. Hmm.. Atau mungkin saya saja yg belum menemukan formulasinya untuk bagaimana mengaplikasikan karakter tersebut dalam masa dewasa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s