Ali Zia Husnul Labib

Sore di hari senin kemarin tempatnya di kantin kantor, saya memulai perbincangan serius dengan seorang teman dekat seangkatan tentang motivasi dan rutinitas positif yang harus ada dalam kehidupan kami. Obrolan dimulai seputar bahasan kehidupan masing-masing, rutinitas harian, pola komunikasi dengan keluarga, aktivitas sosial di masyarakat, hingga budaya literasi baca tulis yang selama ini kami lakukan. Perbincangan terjadi dengan sangat antusias, partisipatif, saling bertukar cerita, sambil menikmati nasi goreng pedas dicampur ikan mujahir hangat.

Namanya Ali Zia Husnul Labib, saya dan teman-teman memanggilnya Ali. Warga asli kota Bantul, dan alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Menurut ceritanya, Ali merupakan lulusan terbaik pondok pesantren yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1899 dan berhasil membuat ayahnya menangis haru-biru saat mendapatkan penghargaan dari pimpinan pondok. Kyai Asy`ari sendiri adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Setelah tamat dari pondok, Ali melanjutkan pendidikan di Fakultas Syari`ah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang. Kini, saya dan Ali mendapat amanah mengikuti pendidikan calon hakim selama 2 (dua) tahun di Pengadilan Agama Tigaraksa, Provinsi Banten.

Obrolan yang terjadi sekitar satu jam itu menghasilkan satu konsensus. Kami (saya dan Ali) sepakat untuk memulai tantangan baru dalam bidang literasi yaitu menulis satu tulisan dengan tema bebas kemudian dipublikasikan setiap dua hari sekali di blog masing-masing. Bagi yang lalai akan tanggungjawab ini, kita beri hukuman jadi bandar utama makan siang di hari berikutnya. Dan tulisan ini adalah tulisan pertama saya, bagi yang ingin melihat tulisan Ali dapat diklik link ini.

Tantangan ini akan berlangsung tanpa batas waktu yang belum kami tentukan. Yang pasti, saya tidak akan bersedia kalah dan menginfakkan sebagian uang yang saya miliki untuk memberi Ali makan siang gratis, walaupun sebenarnya berinfak itu sangat dianjurkan dalam Agama.

Akhirnya saya kembali berdo`a kepada Allah. Agar diberi kekuatan dan istiqomah dalam pertarungan hebat ini. Amin Ya Rabbal `Alamin.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s