Bagaimana

Bagaimana jika, yang ingin ditunjukkan Allah pada kita bukan itu? Tapi yang lain?

Bagaimana jika, do’a yang dikabulkan Allah pada kita bukan itu? Tapi yang lain?

Bagaimana jika, kita salah sangka dari maksud yang Allah ingin perlihatkan pada kita?

Bagaimana kita begitu cepat tau maksud Allah, sedangkan kita masih dalam keadaan marah, kecewa, dan tergesa-gesa?

Bagaimana mungkin kasih sayangnya Allah ditutupi fakta yang begitu menyedihkan tanpa kita berhenti sejenak dan menunggu anugerah yang sebenarnya?

Bagaimana mungkin manusia selalu saja begitu cepat menyimpulkan dan mengambil sikap sedangkan Allah saja selalu memberi syarat jika do’a-do’a ingin dikabulkan?

Bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s