Menggurui

Sebait goresan tentang taubat. Media permohonan bagi hamba dari Sang Pencipta. Mulakan semua penyesalan. Menjadi awal yang lebih menyinari. Tanpa hardikan, tanpa sinisnya mata, tanpa gusarnya hati. Tiap makhluk diberi kesempatan yang adil juga setara.

Bukan tanpa tantangan. Taubat beriring dengan deret ujian kesungguh-sungguhan. Uji kelayakan. Akhirnya akan terlihat, siapa yang sungguhnya terkuat, siapa yang perlu disekolahkan kembali. 

Manusia tak layak memberi nilai para pendosa, walau hati dan pikirnya terlukai. Cukup rasakan dan sadari. Bagi mereka sebagai korban, para pendosa menjadi objek ujian bagi mereka. Akankah lulus ujian kesabaran, atau terikut menghinakan hingga jadinya hina juga dalam tatapan Sang Pemilik Kuasa.

Biarkan hati dan pikiran mereka merasakan manisnya taubat. Jangan tambah kau sakiti, apalagi kau pojokkan mereka dengan deret dosa lampau yang tak mungkin dilupakan. Mereka akui ketidak kuasaan mereka. Lantas buat apa kau ikut menggurui. 

Jangan ambil peran Sang Khalik. Berperanlah sebagai hamba yang memilih mendoakan, membantu, melindungi, juga mendukungnya dalam langkah gagap lemah lunglai perjalanan mereka. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s