Maksiat Hati

Akan sesuatu yang sangat dijaga, disayang, dirawat. Lupa akan hakikatnya sebagai titipan, butakan pemilik sesaat sekejap pendeknya massa di dunia. Tapi terasa bermassa-massa saat gelap selimuti kedua bola mata.

Hilangnya hadirkan sakit. Buruknya hadirkan perih. Begitu dilema relung sanubari berteriak sepi. Tanpa makna, tanpa hakikat. Dilupakannya begitu saja.

Dulu, aku pikir itu semua membawa nilai. Ternyata hanya aromanya belaka. Mayoritasnya menyesatkan, sisanya membuat kulupa. Saat itu, tersadar aku. Hanya seorang diri saja, nanti berdiri di mahkamah terakhir-Nya. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s