Salah Kemudian Sholeh

Kemudian salah lagi, terpuruk lagi. Lalu berjanji beranjak sholeh lagi. Prosesnya terus saja berganti. Terbukti ada kekuatan lain yang tak terlihat, yang terus bekerja memanjakan semu dan mengalpakan keberadaan-Nya.

Jika pribadi mulai tak tahan. Mulailah depresi mengunjungi. Bingung pilih kanan atau kiri. Maju ata mundur. Kau cukup berhenti sejenak. Mulai tenangkan jiwa. Mulai beranjak melangkah. Lalu pilih cahaya.

Pilih ini, pilih itu. Resiko tetap ada. Terus saja bergerak. Mencoba tuli dengan sikap sinis pesimis yang selalu mengikis tangis. Cuekin. Tatap terus ke arah depan. Pesona ada disana. Kejar ia.

Salah kemudian sholeh. Tak mengapa. Biarkan prosesnya terus bergerak. Sambil sesekali, koreksi pribadi. Hasil akhirnya, nanti di akhirat sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s