Aku Ingin Itu, Tuhan!

Masih tentang harap dan ingin. Yang berderet berdesakan dalam relung terdalam, lalu terkadang terbuncah kan dalam kumpulan emosional subjektif. Siapa yang tak miliki ingin. Ia jadi tujuan yang selalu dirasa pantas untuk tetap dikejar.

Diantara petak petak jalan setapak itu, timbulkan yakin dan iman. Akan kekuatan tak terlihat yang Maha Mengatur segala harap. Pada titik ini, terkadang pikiran tertutupi kabut keegoisan, lantas membabi-buta membutakan mata rasa. Ia menjadi terpuruk, lalu kembali tumpah ruahkan tiap desah pada Sang Maha.

Prasangka buruk lahirkan gundah, sedang asumsi kebaikan munculkan ketenangan. Asalkan Sang Maha menjadi asas dan senderan. Yang terbaik akan muncul dihadapan. Hasil dari pilihan pilihan yang tersisip dalam barisan doa. Terucap dalam kosongnya emosional.

Tuhan,

Sinarkan cahayamu sekarang. Aku ingin itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s