Siapa itu Islam?

Apakah mereka yang memakai baju koko sarungan, berpeci hitam ala Soekarno atau kopiah bulat berbagai warna, mengkaji kitab kuning literatur keislaman seperti Kitab Safinah, Taqrib, Kasyifatus Saja, Fathul Qarib, tak ketinggalan Fathul Mu`in dan syarahnya I`anah juga Minhaj-nya Imam Nawawi di surau-surau juga langgar pesantren kemudian berkhidmat pada Sang Kyai lalu berangkat ke masjid dan membaca Alquran?

Ataukah mereka yang menggunakan baju gamis dengan celana sedikit jingkrang, menggunakan kopiah dan tanda hitam melekat di kening kepala, safar dakwah meninggalkan keluarga demi menyiarkan ajaran Islam ke berbagai daerah tak tersentuh, tak lupa siwak di tangan kanan sambil membaca Kitab Fadhail Amal lalu berangkat ke masjid kemudian membaca Kalam Illahi?

Atau mereka yang menggunakan celana panjang hitam lalu pakai baju kemeja lengan panjang tak lupa dipinggangnya terikat tali pinggang bermerek Hermes atau Levis, kajian sehari-hari tentang Reaktualisasi-Rekonseptualisasi-Rekonstruksi serta Re-Re-Re lainnya, pakai sepatu merek Converse, Adidas atau Nike lalu berangkat ke masjid diakhiri dengan membaca Alquran?

Ataukah mereka yang rambutnya acak-adul, sering menggunakan baju kaos oblong berlogo tengkorak tanda kesetiaan pada komunitasnya disertai celana berbahan kain Lea permanent press keras dan kumal, sedikit koyak-koyak beriris di bagian kaki, lagu kesukaan bergenre rock dan sesekali suka juga mendengar dangdutnya Via Vallen lalu berangkat ke masjid dan membaca Kalam Illahi?

Ataukah mereka yang mendeklarasikan dirinya sebagai nasionalis garis lurus, pendukung pemerintah yang sedang berkuasa dan memperjuangkan #2019TetapJokowi, pencinta MetroTV dan suka membahas arah aliran politik dan pro-kebijakan-kebijakan pemerintah lalu berangkat ke masjid kemudian membaca Alquran?

Atau mereka yang memperjuangkan syari`at Islam dalam hukum negara yang dicap sebagai golongan Islamis dan memilih menjadi oposisi pemerintah penguasa, dan mengkampanyekan #2019GantiPresiden di setiap sosial media yang dimiliki, senang menonton TVOne dan Indonesia Lawyer Club ( ILC), pendukung Anies Baswedan saat mencalonkan diri pada Pilkada DKI Jakarta, lalu berangkat ke masjid diakhiri dengan membaca Kalam Illahi?

Ataukah mereka yang memilih salah satu mazhab, apakah itu Mazhab Syafi`i, Hambali, Maliki, atau Hanafi dan mengupayakan setiap amal ibadah dan aktivitas harian sesuai dengan tuntutan dan tuntunan paham mazhab masing-masing lalu berangkat ke masjid tak lupa juga membaca Alquran?

Atau mereka yang tidak terlalu ambil pusing pada pilihan-pilihan mazhab, menggunakan rasio logis dalam beragama sehari-hari dan hampir menggunakan semua tuntutan dan tuntunan dari mazhab yang ada tergantung pada pilihan dan keyakinan hati lalu berangkat ke masjid dan membaca Alquran?

Ataukah mereka yang bergabung di Paytren dan berupaya membangun bisnis sosial yang saling menguntungkan dimana seluruh kebutuhan sehari-hari seperti pulsa, rekening listrik, tiket dan sebagainya dapat teratasi dengan sekali klik lalu berangkat ke masjid dan tak lupa membaca Alquran?

Atau mereka yang sangat senang membaca Harian Republika dari gadgetnya setiap pagi, namun tidak begitu suka pada Kompas, detik.com, dan beberapa media mainstream lainnya yang dianggapnya tidak begitu netral pada pemberitaan sikap-sikap politik yang sarat kepentingan, lalu berangkat ke masjid dan membaca Alquran?

Ataukah mereka yang memiliki teman dari berbagai agama dan ras dan tinggal di daerah minoritas Islam, hidup rukun dan turut mengupayakan kerukunan, tidak terlalu membahas tentang dominasi kesukuan ataupun keagamaan, membangun persahabatan diatas rasa kesatuan, memilih diam dan tidak terlalu terlibat dalam perdebatan politik yang akhirnya akan berujung pada perdebatan perbedaan agama, lalu berangkat ke masjid dan diakhiri dengan membaca Alquran?

Apakah perbedaan pilihan itu menentukan kualitas Keislaman seseorang?

Siapa itu Islam?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s