Pluralisme Hukum Nasional

Hukum Indonesia terbentuk dari pertemuan tiga hukum yang memiliki ideologi berbeda yaitu hukum adat, hukum Islam, dan hukum sipil (Belanda). Ketiga sumber hukum ini (dalam harapannya) dapat setara. Namun dalam faktanya praksis politik tetap memaksa dominasi salah satu sumber hukum dan meminggirkan sumber hukum lainnya.

Catatan hukum pagi ini, penulis menemukan tiga strategi yang sering dipakai negara dalam membangun pluralisme hukum di tanah air dalam bukunya Ratno Lukito Hukum Sakral dan Hukum Sekuler – Studi tentang konflik dan resolusi dalam sistem hukum Indonesia. Ketiga strategi itu adalah:

(1) Negara secara langsung mengadopsi beberapa ketentuan-ketentuan normatif non-negara dan kemudian menggabungkannya ke dalam sistem hukum nasional, berdasarkan posisi dominannya ketika berhadapan dengan tradisi hukum yang lain. Strategi pertama ini biasanya dilakukan dengan menggunakan cara akulturasi hukum, seperti saat negara membuat sistem hukum pidana.

(2) Negara mencoba mengkombinasikan sejumlah hukum-hukum substantif yang ada di tengah masyarakat menjadi sebuah hukum nasional. Dibalik proses ini terdapat asimilasi hukum, dimana sejumlah ajaran hukum yang terbukti berlaku efektif di tengah masyarakat digabungkan untuk menciptakan sebuah hukum baru. Hukum perkawinan nasional dapat dikutip disini sebagia contoh. Dimana pembuatan berbagai pasalnya didasarkan pada kemampuan negara mengasimilasikan berbagai tradisi perkawinan yang berbeda-beda.

(3) Kompartementalisasi hukum. Strategi ini dipakai ketika cara akulturasi dan asimilasi tidak mampu menyelesaikan soal pluralitas. Dalam strategi ini negara mengadopsi ajaran-ajaran hukum dari tradisi hukum tidak resmi ke dalam sistem hukum nasional dan kemudian mengubah karakternya menjadi hukum negara.

Ketiga strategi ini terus saja dipakai, sebagai sebuah konsekuensi logis dari keputusan menganut ideologi Pluralisme Hukum Negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s