Malam

Hadirnya munculkan rekah senyum, bernada datar, bahkan sepi termenung. Beraneka. Tapi tetap dirindu.

Inginnya berkecamuk ria terbebas dari sarang. Memukul kesana-kemari. Lalu coba-coba tawarkan penawaran abstrak yang sukar dipahami. Tapi tetap dirindu.

Malam, hadir dan inginmu-pun akan terganti siang. Kemudian hilang. Terlupa. Salah jalan. Bertemu rambu. Kemudian salah lagi. Mungkin kau hanya butuh pengingat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s