Duniaku.

Lalu, ada yang memilih tetap berada dalam hidup kita. Pun ada juga yang memilih melangkah menjauh. Ini akibat dari pertemanan-pertemanan yang terbangun dari blok kepentingan atas keinginan. Ingin bahagia, senang, kaya, semangat, pengembangan diri, dan sederet motif-motif lainnya. Begitulah dunia terbentuk hingga sekarang.

Dunia tercipta menjadi arena perang dan persaingan. Ideologi, paradigma, kekuasaan, dominasi, cinta, aqidah, lalu pengkhianatan, semuanya diadu dan dilaga. Ciptakan ekosistem kompetisi yang terkadang sehat, namun lebih sering tidak seimbang rata. Kemudian lahirkan kesenjangan-kesenjangan buta yang menyiksa.

Antar ideologi saling mendominasi. Kekuasaan terus menerus lakukan pencitraan. Politik jadi rebutan dan debut. Cinta akibatkan luka. Aqidah terus menerus dipertanyakan. Lalu pengkhianatan jadi toping penikmat semuanya.

Akhir dari semua sikap, akan lebih indah dengan khayal yang jauh tembus batas warna dan waktu. Imajinasi jadi penyejuk akan tatanan dunia yang tercipta lebih manusiawi. Gambaran masa depan yang tak kan pernah terwujud itu kini tertulis jelas dalam berbagai konstitusi, baik agama, negara, atau organisasi manapun. Kita terdorong mewujudkannya, walau di sudut perasaan lain, kita sadar itu sangat-sangat mustahil. Untung ada jaminan pahala-dosa yang hingga kini jadi pendorong. Tanpa itu, duniaku akan sangat membosankan.

Apa jadinya dunia tanpa kehadiranku?

2 tanggapan untuk “Duniaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s