Bakso Ikan Tenggiri

Agak membiru merah berbekas dirasa yang terasa saat itu. Gertakan ketakutan-pun tak kalah menyerobot keberanian. Pikiran ambil peran berkali-kali mencoba rasionalkan sikap. Tanpa harapan suci, semua akan semu dan kembali putih. Tanpa darah pengorbanan.

Bersandar pada kokohnya harapan dan ratapan Illahi. Kumulai langkah kaki berderet seirama dengan deretan lainnya. Menjamu cahaya berharap petuah dari Sang Raja. Pesona senja kebaikan menyertai harap yang bercampur cemas. Aku mulai lagi kisah itu kembali.

Hangat dan senyum menyambut. Tak lupa bakso ikan tenggiri disaji. Detupan kencang sumber kehidupan kembali normal dan tenang. Hitam itu ternyata benderang. Bercambur obrolan ringan lalu dipenuhi sinyal-sinyal kuat. Tak kuasa diri, hanya pada Rabb penyertaan doa. Sang penentu kebijakan langkah yang Maha Kuasa.

Kini nadi hidupku kembali berharap. Pada rentetan doa dan ibadah yang dianjurkan. Isi sikap dengan permata syahdu. Ucapkan dan buncahkan semua kelu. Tanggalkan kebesaran dan kehormatan titipan. Lalu pulangkan lagi pada Sang Maha.

Kemudian, aku memilih bermimpi lagi sambil makan bakso ikan tenggiri. Selamat malam harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s