Teladan

Ini tentang unsur sosial dalam hidup. Menjadi apa dan bagaimana kita di mata sosial manusia yang selalu menilai. Walau bukan tugasnya, manusia selalu terdorong melakukan penilaian otomatis terhadap siapapun yang ditemui. Sebelum memutuskan untuk: tetap menjalin pertemanan atau tidak.

Akan ada seorang teman, yang punya gairah kebaikan diatas rata-rata teman lainnya. Punya stok semangat yang cukup besar. Positif sekali melihat hal-hal negatif. Memancarkan kebahagiaan ditengah kubang kegalauan. Penerang saat beberapa rekan tersesat dalam gelap. Tanpa memberi stigma buruk apalagi pesimis. Ia kerap dijadikan pimpinan. Juga layak dijadikan teman.

Juga sering sekali kita berhadapan dengan seorang teman. Selalu pancarkan kegundahan. Hadirkan gulana dan resah. Tidak terlalu banyak cerita tentangnya. Kehadirannya juga tidak begitu diharapkan. Ia kerap dilupakan.

Idealnya. Tentu kita semua ingin jadi seperti yang pertama. Sungguh bernilai jika hidup bisa seperti itu. Menjadi teladan tentu jadi impian. Tujuan hidup jadi maksimal dicapai. Perbanyak proyek kebaikan. Lipat gandakan kepedulian. Asah insting kemanusiaan. Jalani langkah lebih positif. Lalu, ikhlaskan. Agar cahaya kebaikan itu tersebar luas ke setiap titik buta yang tak mungkin terlihat.

Jadilah teladan. Itu Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s