Hidup

Perenungan demi perenungan terjadi lagi. Saat sepi jadi dendam. Saat diam jadi teman. Saat lapar jadi rasa. Saat sedih jadi iba. Saat ingin jadi harap.

Satu persatu semu jadi pinta. Harap terlalu menggebu. Jadikan angan semakin memuncak. Lupakan tapak masih berpijak. Pada langkah yang semakin tidak menentu.

Gejolak ingin tetap hidup. Putarkan pikir kesana-kemari. Sembari sesekali lintaskan imaji tanpa aral. Sodok ini-itu tanpa sesak. Pastikan semua asa menjadi ada dan nyata. Beberapa diantaranya terasa alpa.

Hidup. Kau butuh kitab suci. Jalan ini terlalu rapuh untuk menetap. Belok ke kanan atau ke kiri kadang menjemukan. Juga terlalu melalaikan. Namun pasti menggiurkan.

Biarkan saja. Perenungan demi perenungan terjadi begitu tanpa beban. Sebab titik putih akan tetap jadi tuju juga ujung semua sikap.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s