Hatiku Ingin Tidur

Berhenti merasa untuk sesaat sepertinya menyenangkan. Berkelanjutan-pun nanti bakal membosankan. Kupilih sekali saja.Sesekali sepertinya menenangkan.

Kemudian aku bingung. Seperti apa tubuh dengan hati yang tertidur. Logika menjawab ragam argumentasi berderet-deret. Sebut ini-itu secara runtut. Berusaha mendominasi harap sesuai ingin.

Tapi penasaran terlanjur tutupi keinginan. Lalu bertanya serius. Apa itu namanya kematian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s