Ciputat.

Hari ini kembali ke Ciputat, daerah penuh cerita. Walau baru beberapa tahun, ceritanya cukup banyak. Berbagai rasa pernah terasa disini. Semua terekam kuat dalam ingatan. Beberapa sempat tertuliskan, dan sisanya terdokumentasi dalam bingkai foto dan akun sosial media penyimpan foto elektronik.

Kolase cerita itu kini terbuka kembali. Ciputat di penghujung 2014 dulu, sangat berbeda dengan awal tahun 2018 ini. Sisi pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur terlihat sangat pesat. Apalagi pembangunan simpang lebak bulus itu, walau lokasi diujung Jakarta, efeknya sangat positif buat Ciputat. Walaupun, sebenarnya tetap saja meninggalkan dan memunculkan masalah di aspek lainnya.

Begitulah pembangunan. Menyertai dengannya kemunduran. Hampir tidak ada penciptaan yang sempurna. Posisi Tuhan jadi semakin terlihat di tengah kemegahan ibukota. Kemarin saja, banyak tiang penyangga jalur MRT yang tumbang di banyak titik pembangunannya. Awal bulan februari lalu saja, Jakarta kembali basah ditutupi air. Masalah linkungan jadi masalah selanjutnya buat Ciputat. Tingginya masalah lingkungan ini, mungkin saja, juga diakibatkan banyaknya manusia baru disini. Manusia dengan sejuta rasa, pikiran, dan keinginan yang berbeda-beda.

Atau, bisa saja masalah utamanya bukan pada lingkungan dan alamnya. Tapi ada pada manusianya? Mungkinkah?

Manusia yang kini semakin individualis saja. Menjadi semakin matrealistis, yakin bahwa uang menjadi segalanya. Menjadi semakin tidak peduli pada tetangga yang kelaparan, kekurangan gizi tubuh. Para akademis yang hanya berlomba-lomba kejar gelar dan tak dibarengi dampak positif di tengah masyarakat. Perkaya diri dan perluas tanah warisan. Tinggikan rumah beton bertingkat-tingkat. Ulamanya juga semakin kasuistis. Tidak peduli pada masalah ini-itu. Terkurung juga dalam jangkar. Kelelahan bertengkar mempertahankan pendapat, atau mungkin kini sudah semakin salah fokus.

Ah, kini aku jadi bingung lagi. Kenapa selalu saja titik negatif yang terlihat oleh mataku. Apa hanya aku atau kalian juga selalu melihat hal yang sama?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s