Kontemplasi Sang-Maha

Dalam malam, ia bersinar. Merekah senyum sedang matanya bersinar berbinar. Lemparkan hangat di rintik dingin, saat Ciputat dibanjiri titik sendu yang terbasahi.

Sinarnya menjajali tiap inci lapisan daging tubuhku. Hangat dan pekat pesona itu. Sang Maha titipkan semuanya pada daratan lembah ilalang yang mulai sirna tertebas masa depan yang semakin hadir.

Selalu saja mata jadi beku, lidah kelu, pikiran terhenti dan kaku. Saat kuasa Sang Maha jatuhkan asa ke diri pribadi yang sedari tadi berdiri sendiri. Coba tafsirkan kembali maksudnya dalam wujud berbeda. Kemudian berharap, setiap rinai harap cemas itu tertangkap oleh tanya.

Ah, Sang-Maha selalu saja munculkan decak kagum menggurita. Titipkan bahagia pada Fauzan. Bukan pada Dilan.

Ciputat, 30 Januari 2018

Pukul 00.35 Wib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s