Ilusi Polusi Ambisi

Kadang mataku ingin berlari lebih cepat. Ingin intip kejadian di masa depan. Lalu gelap menutup pandangan. Tak terlihat lagi langkah lunglai penuh ambisi itu. Kini sadar memukul rasa, kala tujuan bukan untuk terlihat namun hadirnya untuk dinikmati di tiap ujung detik waktu yang kupunya.

Kadang langkahku ingin bersura lebih lantang, geser takut hempaskan gelisah sendu yang penuhi rongga nafas keinginan. Namun kembali terhanyut, saat gumpalan batu hambatan mulai menyumbat kuat, diantara rongga-rongga pengharapan. Ini menyadarkan.

Begitu seterusnya. Kita hidup dengan pengharapan penuh ragam. Terpujilah durjana yang sadarkan ilusinya. Jadikan semuanya serba pekat. Lalu dinikmati rasa pekat itu lewat nyanyian harapan asa tiada ter-tara sambil sesekali tertawa.

Ciputat, 25 Januari 2018

Pukul 00.59 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s