S2 Semester Tujuh?

Bangunan ini kini semakin tua. Terlihat beberapa tukang bangunan sedang memperbaiki celah dinding yang mulai keropos dan harus ditimpa ulang dengan semen putih. Beberapa orang-pun kembali mengecat ulang bagian atas atap setelah sebelumnya memperbaiki lantai masuk akses ke pintu masuk kampus Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini.

Tidak hanya fisiknya yang mulai rapuh, poster dan spanduk yang membuat taman bagian dalam semakin berwarna, kini tidak secerah dua tahun lalu. Ada beberapa poster yang sudah diganti baru, yang membuat poster lama semakin terlihat kurang cerah. Rumput, bunga, dan pohon-pun seperti sudah lama tidak dipotong. Semua semakin tinggi saja, kelopak bunga berwarna abu-abu berserak di rumput hijau yang mulai rontok kerapatan tumbuhnya. Kini, aku duduk ditengah itu semua. Menikmati kucuran angin sepoi pagi yang sangat khas ini. Memandangi lingkaran-lingkaran meja yang melingkar di pohon besar di tengah taman. Meja putih melingkar yang selalu dipenuhi pelajar lintas daerah. Kini terlihat lebih sepi karena minggu sudah sejak dulu dijadikan sebagai hari libur kampus.

Ini kampus keduaku, setelah sebelumnya memilih bertahan lima tahun di UIN Sumatera Utara. Dulu namanya masih IAIN Sumatera Utara. Setelah menjajaki strata satu selama sepuluh semester, kini langkahku terseret kembali untuk berlama-lama menempuh studi strata dua. Kalau tidak salah, ini sudah semester ketujuh. Lama? Sangat singkat dan tidak terasa. Waktu tiga tahun setengah menjadi mahasiswa pascasarjana disini terlewatkan begitu cepat. Tentu ini bukan contoh ideal yang harus dicontoh. Ini bukti kalau aku masih selalu gagal saat mengatur waktu, apalagi membagi-bagi waktu untuk aktivitas yang menyenangkan menurutku. Sebenarnya dulu-pun pernah kembali sadar, akan sikap dan pilihan yang salah seperti ini. Sepuluh semester untuk bisa lulus di strata satu itu pernah jadi cambuk buatku, saat ketertinggalan proses yang aku alami jika dibandingkan dengan semua teman-teman yang terus melaju. Tapi anehnya, kesalahan ini terulang kembali. Dan aku-pun kembali menyesali. Atau, ini sebenarnya bukan sesal. Tapi keasyikan. Keasyikan berbuat kesalahan. Kata ayah, ini bahaya. Kata ummi, cepat-cepatlah diselesaikan.

Berlama-lama menempuh studi. Ini poin penting yang ingin aku bagikan. Berbagai cerita pembenaran tentu sering sekali kita dengarkan. Seperti ingin berlama-lama menuntut ilmu, ingin menjadi donatur tetap kampus agar operasional kampus tetap berjalan karena kita harus terus menerus membayar SPP, juga alasan konyol seperti aku sangat cinta kampus ini. Buatku, tidak ada lagi alasan pembenaran yang bisa disampaikan. Karena hanya akan membuat diriku semakin konyol. Haha. Jadi kenapa bisa selama ini? Jawabannya karena kurang fokus dan berlanjut pada pilihan melakukan aktivitas lainnya. Apa ini baik? Tentu akan lebih baik bila kita fokus. Sebab akibat dari fokus adalah tuntas. Sedangkan kurang fokus buat cita-cita jadi kandas. Apa kini aku mulai menyesal?

Tulisan ini juga sengaja aku tuliskan. Berharap ayah dan ummi punya waktu dan membacanya. Agar pencitraanku berhasil. Memperlihatkan betapa menyesalnya aku berlama-lama dalam posisi seperti ini. Singkatnya, agar kedua orang tuaku punya keyakinan, kalau aku sedang menyelesaikan pendidikan ini dengan super serius. Dan, pertanyaan kapan selesainya bang? tidak ditanyakan lagi. Kalau pertanyaan ini tidak ditanya-tanya lagi, betapa bahagianya hati. Hahaa. Semoga kode ini terbaca ayah dan ummi, Aminkan! (Ciputat, 7 Januari 2017)

4 tanggapan untuk “S2 Semester Tujuh?

  1. Semoga penyesalan ini terbayar dengan menuntaskan ketertinggalan..
    Semangat menyelesaikan studi, agar gak dikejar pertanyaan kapan wisuda?? .. Haha ๐Ÿ˜‚ ๐Ÿ˜‚
    #derita mahasiswa sem. akhir
    #semakin mundur semakin lama tamat

    Suka

  2. Semoga lekas selesai bang Fauzan..
    Saya sedang kuliah di tempat yang sama dengan bang Fauzan sekarang, baru dapat 1 semester, semoga bisa lancar dan tidak lama lama kayak Abang.

    Btw..semoga sukses ujian WIPnya dan berlanjut ke ujian ujian selanjutnya tanpa hambatan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s