Pembekalan PRA Bagi Relawan GBM 2017

Di penghujung tahun 2017, saya berkesempatan untuk yang kedua kalinya mengisi materi pembekalan relawan Gerakan Banten Mengajar. Cerita menjadi pemateri sebelumnya dapat dibaca disini ya. Sebagai bahan bacaan kembali buat diri pribadi secara khusus dan relawan lainnya yang mungkin berhalangan hadir, berikut saya buatkan catatan singkatnya.

Pengenalan Metode PRA

Pada pembekalan yang dilakukan di hari sabtu, 30 Desember 2017 yang lalu, saya membawakan materi Participatory Rural Appraisal disingkat PRA.

Secara sederhana PRA dapat didefenisikan sebagai sebuah teknih evaluasi partisipatif. Dimana istilah evaluasi dapat disamakan dengan penaksiran (appraisal), pemberian angka (rating), dan penilaian (assessment). Sedangkan munculnya PRA antara lain dilatarbelakangi oleh kritik para aktivis pengembangan dan pemberdayaan masyarakat terhadap penelitian dahulu yang lebih banyak memposisikan masyarakat sekedar sebagai obyek penelitian. Bukan sebagai subjek perubahan itu sendiri. PRA merupakan perkembangan dari metode-metode terdahulu, diantaranya teknik Rapid Rural Appraisal (RRA) yang kurang dalam mengajak stakeholder untuk berpartisipasi dalam program atau kebijakan.

Jadi secara prinsipnya PRA merupakan teknik yang melakukan penekanan pada keterlibatan masyarakat dalam membuat perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang mempengaruhi gaya hidupnya sendiri. Hasil yang diharapkanpun akan mendekati pada kebutuhan dasar masyarakat itu sendiri tanpa harus berasumsi.

Prinsip Pelaksanaan PRA

Prinsip sejatinya membuat sebuah proses menjadi lebih terarah sebab sudah diberi rambu-rambu dan jalur sehingga memberi hasil yang lebih terukur. Dalam pelaksanaan PRA berikut beberapa hal mendasar yang harus dipahami bersama: (1) Masyarakat harus dipandang sebagai subjek bukan objek. Inisiasi perubahan harus muncul dari masyarakat itu sendiri. (2) Orang luar hanya sebagai fasilitator dan masyarakat intern sebagai pelaku. Peneliti harus memposisikan diri sebagai insider bukan outsider. (3) Fokus pada pokok permasalahan. (4) Keterlibatan semua anggota masyarakat dan menggunakan konsep triangulasi. Untuk bisa mendapatkan informasi yang kedalamannya dapat diandalkan, bisa digunakan konsep triangulasi yang merupakan bentuk pemeriksaan dan pemeriksaan ulang (check and recheck).

Langkah Sederhana Melakukan PRA

Berikut adalah beberapa urutan langkah sederhana dalam melaksanakan PRA di lokasi penempatan:

  1. Ketua tim memperkenalkan diri kepada seluruh masyarakat yang hadir.
  2. Menjelaskan pengertian pemetaan, tujuan, dan manfaat dari pemetaan ini.
  3. Menjelaskan unsur-unsur yang harus ada dalam pemetaan melalui sumbangsih saran.
  4. Setelah Narasumber Lokal paham, masyarakat membuat peta dengan dipandu oleh Pemandu.
  5. Pemandu memfasilitasi jalannya diskusi dan dialog. Misal informasi apa saja yang harus dimasukkan, bagaimana cara penggunaan simbol, dan cross check data.
  6. Review Data. Seluruh peserta mengkonfirmasi hasil gambaran yang digunakan.

Demikian review singkat ini dituliskan kembali. Untuk download materi pembekalan silahkan klik disini

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s