Pengenalan GBM Bagi Relawan Angkatan V

16 Desember 2017 kemarin, saya berkesempatan mengisi materi pembekalan relawan Gerakan Banten Mengajar (GBM) yang diadakan di SDI Ruhul Amin, Ciputat Tangerang Selatan. Pembekalan ini khusus untuk 50 calon pengajar GBM yang sudah lolos dalam seleksi berkas dan interview. Rencananya ke-50 pengajar bakal melakukan pengabdian masyarakat di pertengahan januari 2018, tiga minggu di penempatan dan setelah itu diwisuda. Saya menyebutnya GBM circle,

adalah putaran proses pengkaderan yang dilakukan GBM dalam rangka memperbanyak penggerak sosial-pendidikan di Indonesia dimulai dari Daftar-Ujian Berkas-Interview-Pembekalan-Penempatan-Evaluasi-Wisuda-dan akhirnya menjadi Penggerak Sosial.

Dikesempatan ini, saya membawakan materi Pengenalan Gerakan Banten Mengajar. Materi ini bicara seputar sejarah, visi dan misi, model gerakan, aktivitas proses, dan tentang lokasi penempatan. Berikut adalah review materi yang saya sampaikan:

Sejarah

Sejak awal GBM dicita-citakan menjadi program pendidikan yang fokus pada pembinaan pemuda dan peningkatan kompetensi guru di daerah penempatan di Banten. Sebagai bahan baca tambahan bisa baca sejarahnya di Sejarah Gerakan Banten Mengajar . Kondisi pendidikan di Banten khususnya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang akhirnya menjadi fokus beberapa komunitas sosial-pendidikan di akhir 2014. Sebagai tambahan bacaan terkait data rill kondisi pendidikan di Prov Banten bisa dibaca disini sedangkan untuk melihat data yang lebih spesifik tentang kondisi kabupaten lebak disini dan kabupaten pandeglang disini. Masalahnya sangat komplit, mulai dari penganggaran dana pendidikan yang sangat sedikit, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah, Rasio pendidikan yang sangat berjarak, Angka Partisipasi Murni (APM) yang tertinggal jauh dengan kabupaten lain, kondisi ruang sekolah, hingga kompetensi guru yang juga sangat memprihatikan. Kita sangat percaya, masalah pendidikan di Banten cukup sangat besar. Tidak akan bisa diselesaikan oleh satu komunitas/lembaga atau bahkan mengembalikan permasalahan ini kepada pemerintah agar diselesaikan oleh mereka. Disinilah pentingnya kolaborasi lintas profesi.

Kemudian terbentuklah komitmen yang dibangun bersama antara Komunitas Untuk Negeri (https://www.untuknegeri.or.id), Komunitas Filantropi Pendidikan (http://www.filantropipendidikan.org), dan Gerakan TurunTangan Banten (http://turuntangan.org) untuk membentuk sebuah program bersama yang diberi nama Gerakan Banten Mengajar dengan penempatan awal di 5 lokasi. Semua desa berada di Kec. Cibitung Kab. Pandeglang, Banten.

Visi dan Misi

Resiko terbaik dari kolaborasi yang terbentuk, hadirlah satu visi bersama terhadap program ini yaitu Sebagai kolaborasi penggerak sosial-pendidikan untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Banten. Adapun usaha yang harus dilakukan untuk mencapai visi ini adalah  dengan menciptakan dampak berkelanjutan di desa penempatan, membangun jejaring pemimpin masa depan dengan kompetensi global & pemahaman akar rumput, dan membangun gerakan sosial-pendidikan di Banten.

Akhirnya, mulailah proses pencapaian visi ini diawal tahun 2015. Buat kamu yang ingin melihat berbagai dokumentasi kegiatannya sejak angkatan 1 hingga 4 bisa klik disini.

Strategi Pengembangan Program

Sebagai strategi awal, penggerak membagi strategi pengembangan kedalam empat skema awal sebagai berikut:

2015-2016 Tahap Konsolidasi (Batch 1 s/d 2)

Langkah awal adalah pembentukan dan penyamaan frekuensi gerakan terkait visi dan misi organisasi kepada seluruh stakeholder yang ada. Seperti penggerak organisasi, warga masyarakat di lokasi penempatan, pemerintah, swasta, hingga seluruh relawan pengajar yang akan dikirimkan. Proses konsolidasi diawal ini tidak semuanya berjalan mulus, banyak rintangan terkait penerimaan, miss-komunikasi, proses seleksi, pembekalan, hingga permasalahan dana.

2016-2017 Tahap Pembentukan (Batch 3 s/d 4)

Pada masa ini, kita sudah memiliki bank masalah GBM. Berbagai masalah dari proses rekrutmen hingga lokasi penempatan sudah terkumpul. Hasil survey dan live-in relawan selama tiga minggu di rumah-rumah warga berhasil merekam berbagai masalah kesenjangan sosial, pendidikan, dan kesehatan di masyarakat. Ini menjadi modal awal pembentukan program yang akan terus dikembangkan di angkatan selanjutnya.

2017-2018 Tahap Pengembangan (Batch 5 s/d 6)

Di angkatan yang sedang berjalan ini, misi GBM adalah pengembangan program. Proses pembentukan program selama satu tahun belakangan ini harus dievaluasi dan kembali dikembangkan mengikuti kondisi dan keadaan masyarakat di penempatan. Inovasi setiap program menjadi sangat penting, mengingat kondisi sosial sangat cepat mengalami perubahan.

2018-2019 Tahap Evaluasi 3 Tahunan (Batch 7 s/d 8)

Ini cita-cita GBM, agar bisa melakukan evaluasi 3 tahunan di tahun 2019 nanti. Juga sebagai bentuk komitmen kuat setiap orang penggerak yang mengabdikan dirinya di gerakan ini, untuk membangun komitmen setinggi-tingginya. Tentu kekuatan alumni dan dukungan dari setiap individu selama proses pembinaan GBM ini menjadi sangat penting untuk direplikasi dan diduplikasi setiap harinya.

 

Semoga review ini dapat menambah refrensi kita seputar GBM., dan mohon doa buat seluruh rekan dan teman juang untuk tetap menyebutkan GBM dalam setiap doa di ibadah kita masing-masing. Semoga selalu berbagi kebermanfaatan. Amin

Untuk download file klik disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s