Menjadi Penggerak Sosial!

Desember tahun ini dimeriahkan dengan aktivitas Bulan Relawan Nasional sebagai salah satu indikator moodbooster aktivitas kerelawanan di Indonesia. Semakin banyaknya masyarakat yang terlibat aktivitas kerelawan tentu memberi dampak positif juga, pada perbaikan Indonesia kedepan. 

Kegiatan yang dilakukan secara kolaborasi oleh komunitas kepemudaan berhasil mengkampanyekan semangat kerelawan kepada kita. Bagaimana tidak, jika dulu identitas hanya tersematkan pada aktivitas kebencanaan, kini paradigma kerelawan memasuki wilayah baru seperti aktivitas peduli pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, yang tidak harus karena adanya bencana. Kampanye akbar inipun berhasil mendorong inisiasi anak muda lainnya, untuk ikut terlibat dan memilih peduli buat menyelesaikan masalah sosial di sekitarnya. Ada banyak komunitas sosial-pendidikan yang kemudian muncul di berbagai daerah. Terus bergerak dengan berbagai ide kreatifnya. Memberi dampak kebaikan berkelanjutan bagi sekitar. Tentu kita patut bersyukur, mengapresiasi, dan terus mendukung segala aktivitas kampanye seperti ini. Minimal, doa dan dukungan kita menjadi tambahan bagi teman-teman yang memilih jalan menjadi penggerak.

Saya pribadi sudah mulai dikenalkan tentang dunia kerelawan ini oleh ayah dan umi saat duduk di semester 1 kuliah. Saat itu, ayah menginisiasi Lembaga Pendidikan dan Dakwah yang mengambil Tanah Karo sebagai lokasi pengabdian. Seluruh relawan disebut dengan istilah pendakwah, yang harus menjalani proses pembekalan selama tiga bulan, sebelum akhirnya melakukan pengabdian. Proses pembekalam ini menjadi penting, mengingat setiap relawan harus punya frekuensi yang sama saat menjalankan visi kebaikan di masyarakat.

Bermula dari aktivitas yang dijalani oleh sekita 5-10 orang mahasiswa ini pulalah, kesadaran itu mulai muncul. Akan pentingnya pengabdian masyarakat. Essensi yang didapat tidak sedikit, sejatinya saat pengabdian, ada banyak pelajaran hidup yang didapat dari setiap orang yang kita temui. Kenikmatan tertingginya saat akhirnya kami harus kembali ke daerah masing-masing setelah beberapa minggu bermukim di kampung orang. Perpisahan menjadi momentum paling menyentuh, jadi tambahan motivasi untuk kembali lagi, dan pengabdian lagi.

Tentu setiap relawan punya cerita kerelawanannya sendiri. Setiap usaha yang berbuah manis, meninggalkan jejak kebaikan di setiap lokasi pemberdayaan yang dilakukan. Begitu indah saat dikenang, begitu menantang saat dijalani, begitu mengharu-biru saat kembali dikisahkan.

Bukankah sudah menjadi tugas manusia sebagai pengatur alam semesta? Fungsi sebagai Khalifatu fil Arsy jadi pangkat yang disematkan Allah SWT disetiap pundak kita. Dunia serta seluruh isinya dititipkan kepada kita, buat dikelola dengan baik dan benar. Kerusakannya juga menjadi tanggungjawab kita. Keberhasilan dalam pengelolaanya menjadi bekal bagi kehidupan kita selanjutnya. Pemahaman ini harus terus dikampanyekan, agar setiap kita memilih menjadi Penggerak Sosial! Tidak berlebihan juga jika apa yang dilakukan teman-teman dari berbagai komunitas dalam Bulan Relawan Nasional ini menjadi ajang kampanye penyadaran masyarakat akan fungsi dan tugas kita sebagai Khalifah. 

Hal terpenting lainnya yang mesti jadi concern kita adalah proses pembekalan relawan yang harus dilakukan berkelanjutan. Forum-forum pembekalan jadi wadah paling tepat buat memunculkan inisiasi ide baru serta pengembangan ide lainnya. Tanpa proses pembekalan berkelanjutan ini, tidak ada jaminan keberlangsungan kegiatan yang sudah dilakukan. Sebaliknya, dengan terus menduplikasikan kegiatan pembekalan ini jadi kunci keberlanjutan yang kita harapkan. Bukankah kebaikan yang berlanjut dilakukan lebih baik?

Sederhananya, semakin sering pembekalan dan kampanye kerelawanan dilakikan akan melahirkan semakin banyak penggerak sosial. Semoga Indonesia kita semakin baik kedepan. Kebaikan itu ada dipundak kita, generasi muda penerus cita-cita generasi sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s