Malam

Kini berlalu terlalu cepat. Tak terasa terang sekejap. Fajar tiba-tiba hadirkan merah jingga di setiap jengkal langit-Nya. Kewajibanpun kadang terlalai, sesal juga akhirnya.

Saat terik, gelap itu dinanti. Pekat jadi hiburan, dan berharap punya masa yang lebih panjang buat hadirkan senyum penglihatan. Tak ayal-malam tetap jadi penantian.

Tengah hari saat malam, kantung mata mulai ingin mengistirahatkan sistemnya. Pikiranpun mulai atur rencana, tentang apa hidup mesti terisi. Deretan target terbentuk, kuatkan hati untuk capai.

Namun, lagi-lagi aku terlewat nikmati fajarnya. Terik tiba-tiba sambut mata saat terbuka. Pikiran sesalpun datang, kecam ingkarnya hati, lupakan fajar. Sesal dinikmati, sambil kembali menata fikir.

Malam. Jangan kau buat hidupku kelam. Wajah lebam. Cita jadi karam. Kita bersahabat. Saling menanti hadir masing-masing. Isi setiap desah nafas, akan harap.

Malam. Aku malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s