Ketergesaan.

Saat terhimpit dalam lamunan semu. Berujung pada harapan baku. Jauhkan dinamisme hidup, akhirnya lunturkan ghiroh dan hadirkan pilu dan ngilu.

Lalu lalang arus pikiran datang, juga menjauh saat solusi mulai tidak terlihat, sedang tubuh semakin terhimpit padat, oleh reruntuhan masalah bertubi-tubi.

Energi mulai menghilang, rasionalitas akal semakin terkikis, pilihan bijak semakin tidak bijak, kecerdasan membodoh, kesabaran jadi tidak sabar, keikhlasan mulai saling menghitung jasa.

Saat itu, semua kebenaran menjadi bersalahan. Tak ada pilihan tepat saat pikiran menjadi keparat. Terpanggang sakit pilu, mengaung kesakitan sendiri dalam gelap dan redamnya suara teriakan.

Menjadi pesakitan tentu sakit. Terasa lebih sakit dari orang-orang yang melihat pesakitan itu sendiri. Bergumam dalam hatipun, tiada pendengar setia. Tersudut dan semua titik menjauhi sudut ruangan. Tersedu-sedu menangis, tiada yang suka. Lagu yang dulu didamba, kini menjadi cempreng memuakkan.

Mulai mencari lubang terang, dalam gua gelap tanpa harapan. Perlahan menjejal sudut ruang, kadang kaki terantuk pada batu terjal. Kepala terantuk tiang bendera. Tangan sentuh kasarnya dinding kesabaran.

Tak ayal, Tuhan kembali jadi panutan. Harapan ditanam dalam-dalam pada-Nya. Berharap keberlanjutan pada penyembahan. Bukan saat bahagia menderma, ke-Esa-an kembali diduakan. Poligami keyakinan diunggulkan. Sakit kemudian, kembali pada penyembahan.

Bukan tidak nyaman, saat hati-sikap-pikiran dikotori kotoran hidup. Tercemari sungai pekat penuhi naluri. Terserah bau nyengat yang padat. Akankah kepasrahan menjadi sembilu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s