Harapan: Resonansi September

Harapan yang membuatku tetap hidup! -anonim

Malam ini, mari berbincang mengenai harapan. Semoga memberi manfaat.

Sejak ruh dititipkan dalam jiwa kosong kita, roh masuk bersamaan dengan ditiupkannya harapan dalam nyawa dalam setiap tetes darah yang mulai mengalir. Dia (harapan) ikut mengalir kesetiap tikungan jasad dan saraf mengeluarkan energi yang pada akhirnya menggerakkan jasad sesuai dengan perintah yang dikeluarkan tiap otak pemiliknya.

Sederhananya-harapan yang membuat kita hidup. Harapan akan apa? Bagaimana-jika harapan untuk kehidupan yang lebih baik? Membuat seakan hidup kita di-detik ini kurang baik? atau harapan mendapatkan kebahagian yang kekal? Memastikan hidup ini tidak dipenuhi kebahagian terus! atau harapan akan hidup lama memastikan diri ini tidak akan mampu hidup tanpa Sang Pemberi Harapan! atau harapan agar diri ini mampu memberi kebermanfaatan bagi manusia lainnya seperti diri ini?

Berhenti bertanya. Harapan datang dan pergi (pasti) diatur oleh-Nya. Tuhan Sang Pemilik Harapan dan hanya kembali kepadanya seluruh harapan kita terpusat. Harapan itu seperti sesuatu yang kita percayai dan kita ingin kuasai dari hasil sesuatu yang kita percayai itu. Wikipedia mendefenisikannya sebagai bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan.

Jika kita pusatkan diri sebagai subjek. Ada dua kemungkinan posisinya. Kita sebagai sesuatu yang diharapkan atau kita mengharapkan sesuatu. Take and Give. Terima dan Kasih.

(bersambung dalam kebingungan…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s